Posts

MAKAM RAJA MATARAM DI IMOGIRI

Image
MAKAM RAJA MATARAM DI IMOGIRI Di komplek makam raja Mataram di Imogiri ini bersemayam raja-raja dari kerajaan Mataram Islam, dan raja-raja penerus dinasti Mataram yaitu raja-raja dari kerajaan Surakarta (kasunanan Surakarta) dan kerajaan Yogyakarta (kasultanan Ngayogyakarta). Berjarak 25 menit berkendara dari Wisma Murni Jogja, Makam Raja Mataram Jogja dan Surakarta ini terletak di bukit Imogiri yang berarti Bukit Kembang. Komplek makam raja Mataram di Imogiri menjadi salah satu wisata sejarah yang favorit. Berada di KAPANEWON IMOGIRI di KABUPATEN BANTUL pengunjung Makam Raja di Imogiri ini, harus menaiki ratusan tangga yang curam untuk menjangkau puncak makam. Menurut kepercayaan sebagian orang,   pengunjung yang bisa menghitung jumlah anak tangga makam raja di Imogiri dengan benar akan mendapatkan keberuntungan.   Saya sendiri tidak pernah bisa menghitung dengan ajeg. Jumlahnya selalu berubah setiap kali menghitung.   Ada banyak ritual ...

DEWI GUMI

Image
Dewi Gumi namanya. Terdengar seperti nama dewi dalam mitologi Jawa kuno. Padahal nama Dewi Gumi sebenarnya merupakan singkatan dari DESA WISATA GUNUNG MIJIL Desa Wisata Gunung Mijil. Berlokasi di wilayah Bantul yang dekat dengan Goa Selarong yang sudah lebih dulu terkenal, Dewi Gumi adalah tempat wisata sejarah sekaligus taman yang dulunya merupakan 'petilasan' (tempat singgah) Pangeran Diponegoro saat meletus Perang Jawa.  Terhampar di area pinggiran kota Bantul, bukit kapur ini menyembul menyita perhatian para penikmat wisata alam dan sejarah. Bukit setinggi sekira 100 meter ini bak perawan muda yang sedang bersolek memikat hati para wisatawan. Di pelataran tersedia sejumlah wahana permainan anak seperti trampolin dan ayunan, cocok buat bermain anak-anak. Punggung bukitnya berundak dari tatanan batu alam, diapit bahu jalan yang berhias tanaman bunga aneka warna. Beberapa dangau duduk anggun di sekeliling bukit, siap menerima tamu yang ingin melepas pandang ke kejauhan, bercen...

RUMAH HOBBIT SONGGO LANGIT

Image
Tempar rekrasi bernama RUMAH HOBBIT SONGGO LANGIT atau Seribu Batu Songgo Langit (Kaki Langit) ini  berada di lintasan menuju Hutan Pinus dan Puncak Becici Mangunan Bantul. Di tempuh dari Wisma Murni Jogja, jaraknya hanya sekitar 20an  kilometer, atau 40 menit perjalanan. Lahannya berupa bentang alam berbatu besar yang membentengi tebing yang bermuara sungai. Deretan rumah kayu sengaja dibangun berjejer, khas rumah hobbit, di sela-sela batu-batu raksasa yang berdiri tegak menjulang seperti penyangga langit.  Pengunjung bisa mengatur agenda perjalanannya dengan mengunjungi tempat unik ini sebelum atau sesudah mengunjungi Hutan Pinus maupun Puncak Becici. Pemandangan alamnya masih perawan, dengan pepohonan yang merindangi sepanjang jalan berundak. Sengaja dibangun jembatan-jembatan kecil agar pengunjung bisa menyeberangi sungai sekaligus menyaksikan kelok sungai yang dialiri air yang bening yang menghasilkan bunyi gemericik lembut laksana bisikan bidadari. Batu-batu yang m...

HUTAN PINUS MANGUNAN

Image
Pagi itu kami 'mruput' meninggalkan Wisma Murni Jogja menyusuri jalan Imogiri Barat menuju Puncak Hutan Pinus di Bantul yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah selatan. Jalanan masih relatif lengang karena akhir pekan dan masih pagi. Separuh perjalanan kami melewati permukaan jalan yang datar dan halus. Separuhnya lagi kami lalui dengan menanjak cukup tajam. Tebing dan jurang curam di kanan dan kiri kami memberi pemandangan yang sensasional. Perkampungan dan hamparan sawah terlihat di sisi kiri kami,sedangkan deretan bukit cadas tegak gagah berdiri di sebelah kanan kami. Hanya butuh waktu 40 menit kami sudah sapai di Hutan Pinus yang legendaris itu. Decak kagum sudah ditunjukkan anak kami, sewaktu kami memarkir kendaraan. Tegakan pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang gagah merebut perhatian dengan memamerkan gurat-gurat otot kayu yang eksotik dan postur batang yang tinggi besar. Hembusan angin meniupkan desir dari dedaunan yang tipis di pucuk. Memanjakan indera penglihatan...

GUESTHOUSE DAN HOMESTAY

Image
Kedatangan tamu adalah suatu anegerah bagi kami. Ada keberkahan dalam setiap kunjungan. Berkah berupa rasa bahagia, damai, dan suka cita. Apalagi bila kedatangan sahabat dan orang-orang dekat seperti teman sekolah dulu, teman kantor, atau teman seprofesi. Sungguh berkah tak terhingga kami bisa menjamu tamu para mediator senior dari Asosiasi Mediasi Nasional lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sesuai dengan fungsinya, Wisma Murni sebagai Guest House selalu ingin menyediakan rumah bagi para tamu. Sebagai Homestay, Wisma Murni ingin membuat para tamu serasa di rumah sendiri. Wisma Murni juga rumah singgah sekaligus kantor dan tempat transit bagi para mediator dan negosiator sengketa atau konflik. Kebetulan penginapan ini ada di tengah kota sehingga mudah dijangkau oleh teman-teman dari segala penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di dekat Pojok Beteng Wetan Keraton Yogyakarta, lokasi Wisma Murni sangat strategis. Sebagian besar teman kerasan ngobrol karena Wisma Murni Jogj...

PENGINAPAN AMAN SAAT COVID-19

Image
Di masa pandemi COVID-19 ini, penginapan harus peduli pada kesehatan dan keselamatan tamu. Kebersihan kamar dan lingkungan harus terjaga. Kesehatan tamu adalah prioritas, seperti kita menjaga kesehatan anggota keluarga. Itulah yang dilakukan Wisma Murni Jogja.Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Wisma Murni Jogja berharap semua tamu selalu sehat wal afiat. Diharapkan para tamu bisa merasa nyaman dan aman tinggal di Wisma Murni karena kami menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang prima. Kami menyemprot disinfektan secara rutin sebelum dan sesudah dipakai tamu. Sprei, selimut, dan sarung bantal dicuci setiap hari. Kamar mandi dan closet juga dibersihkan dengan anti virus dan anti bakteri secara rutin. Kami juga menyediakan sandal hotel, masker, dan amenities cuma-cuma. Untuk menambah kenyamanan tamu, kami tempatkan tanaman-tanaman penyejuk di depan kamar, sehingga bisa menambah asupan oksigen para tamu. Oh ya, Wisma Murni Jogja menyediakan masker gratis buat para t...

VIRUS CORONA DAN INDUSTRI PARIWISATA

                Merebaknya virus corona yang dikenal sebagai Covid 19 telah mengacaukan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Beberapa kebiasaan baik seperti silaturahmi mulai dibatasi. Arisan, pertemuan dasawisma, dan musyawarah desa mulai dihentikan, atau paling tidak dikurangi. Bahkan kita dianjurkan untuk menerapkan ‘social distancing’ yaitu menjaga jarak dalam kegiatan bermasyarakat. Untuk mencegah penularan Covid 19, kita harus menjaga jarak duduk atau berdiri, tidak berjabat tangan, apalagi cium kanan cium pipi kiri atau cipika cipiki. Pendek kata ajang silaturahmi pun mandeg. Bahkan ada keinginan dari beberapa pihak agar beribadah tidak perlu berjamaan untuk sementara waktu. Cukup dilakukan di rumah. Kita semua tersentak, pandemi virus corona versi baru ini bisa menggoyang hampir semua sendi kehidupan. Travel warning dikeluarkan agar tidak berkunjung ke negara-negara yang terjangkit virus ini...