PAK HAJI KE MASJID JOGOKARIYAN

Teman-temannya memanggilnya Pak Haji. Orangnya gagah. Posturnya tegap. Suaranya mantap berwibawa. "Kami dari Masjid Jogokariyan sedang mencari penginapan yang satu  kamar bisa muat 4 orang. Yang ada ruang tamu pribadinya ya. Soalnya kami berjumlah 12 orang dan ingin bersantai ngobrol terpisah dari tamu-tamu lain." Pintanya seperti rentetan senapan mitraliur. "Siap, Pak Haji" jawab admin tanpa ragu. Kebetulan Wisma Murni Jogja memang menyediakan family rooms besar sehingga bisa muat banyak dan lebih hemat.


Ketika rombongan itu tiba, beliau mengenalkan diri. Tak butuh waktu lama, kami terlibat obrolan pembukaan yang cukup seru. "Kami mandi dulu ya. Capek banget ini, perjalanan dari Blitar. Ini ceritanya kami melakukan safari dari Jakarta Timur ke kota-kota lain, ke Cirebon, Blitar, Solo, dan Jogja." Dari gaya bicaranya Pak Haji memang orang yang hangat dan ramah.

Malam harinya, ketika ngobrol di beranda pribadi depan kamar model paviliun, admin menunjukkan jalur berjalan kaki ke Masjid Jogokariyan. "Lewat gang depan wisma ini, Pak Haji. Sekitar 100 meter sampai jalan raya. Belok kanak sejauh 200 meter sampai traffic light. Menyeberang dan sudah sampai." Pak Haji dan kawan-kawan sangat antusias mengetahui jaraknya hanya 500 meter saja. Apalagi ketika mereka tahu bahwa jarak ke makam KH Ahmad Dahlan hanya 30 meter dari wisma. "Tuh  terlihat menara masjidnya. Makam beliau di depan masjid itu."

Pak Haji memang sedang melakukan perjalanan wisata religi ke  sejumlah masjid di berbagai kota. Termasuk masjid Jogokariyan yang sangat fenomenal. "Kami ingin belajar lebih banyak cara mengelola masjid agar bisa semakmur Masjid Jogokariyan" pungkasnya.

Malam sudah larut. Para tamu pamit berangkat tidur. "Selamat malam semuanya."

Comments

Popular posts from this blog

ALAMAT HOTEL MURAH

PENGINAPAN DEKAT KAMPUS UAD 4 DAN 5

BOOKING KAMAR UNTUK LIBUR NATAL 2023 DAN TAHUN BARU 2024