PASAR PRAWIROTAMAN
Pasar Prawirotaman berada di lingkungan kampung Prawirotaman yang juga dikenal sebagai kampung hotel. Banyak hotel berbintang maupun hotel melati dan juga wisma serta losmen yang berdiri berjajar di sepanjang jalan Prawirotaman, jalan Parangtritis, jalan Jogokaryan yang terkenal dengan masjid yang ikonik masjid Jogokaryan, maupun jalan Sisingamangaraja, yang tersambung ke kampung Prawirotaman.
Pasar Prawirotaman baru saja direnovasi menjadi pasar tradisional yang modern. Atau bisa juga disebut pasar modern yang bernuansa tradisional. Seperti pasar-pasar tradisional lainnya, Pasar Prawirotaman diisi oleh para pedagang tradisional dengan lapak-lapak kecil dan menjual aneka kebutuhan sehari-hari mulai dari bumbu dapur, sayur-mayur, sembako, daging, ikan.perabot rumah tangga, dan pakaian serta asesoris. Di pasar ini kita tetap bisa menawar barang yang akan kita beli, atau meminta diskon untuk pembelian jumlah besar. Seperti transaksi di pasar tradisional, kita juga bisa mendapat harga 'welasan' (Jawa: belasan), yang artinya ketika kita membeli 10 buah, kita akan mendapat bonus 1, sehingga kita mendapat 11.
Yang membedakan Pasar Prawirotaman dengan pasar-pasar lainnya adalah bahwa Pasar Prawirotaman adalah pasar dengan bangunan dan fasilitas modern seperti layaknya supermarket. Bangunan 4 lantai ini dilengkapi lift dan eskalator yang memudahkan mobilitas pengunjung dan pedagang. Juga tersedia troli atau tas belanja, persis seperti saat kita berbelanja di supermarket atau shopping mall.Begitu memasuki tempat parkir di basement, sebelum naik tangga ke lantai 1, kita bisa melihat pedagang kelapa.Mereka menjual kelapa utuh dan kelapa parut di sudut barat sisi selatan basement. Naik ke lantai satu kita akan bertemu dengan pedagang daging, sayur, dan sembako. Di lantai 2 kita bisa membeli aneka jajanan dan bumbu-bumbu. Di lantai 3 berderet pedagang buah dan pakaian. Lantai 4 digunakan untuk food courts dan resto atau kafe.
Datanglah ke Pasar Prawirotaman untuk mendapatkan sensasi keakraban komunikasi transaksional sekaligus dimanjakan dengan fasilitas yang modern. Memang sengaja tidak dipasangi AC, agar nuansa tradisionalnya tetap terasa. Ruangan terbuka juga terkesan lebih alamiah, lebih ramah lingkungan. Tak harus bawa uang banyak. Tersedia banyak pilihan harga. Misal, dengan uang Rp 10.000, anda sudah bisa membawa pulang satu pak roti enak berisi 10 biji, dengan mendapat uang kembali Rp. 1.000. Atau dengan uang Rp.4.000, anda sudah bisa membeli satu bungkus tahu berukuran sedang. Pokoknya murah meriah deh. Selamat mencoba.
Yogyakarta, 19 April 2021
Supriyono,SH, S.Pd.,SE, MM, CM


Comments
Post a Comment